Berikut tulisan Pak Tjahja Tribinuka, pengasuh grup Majapahit di Facebook, tentang disain arsitektur keraton Majapahit yang aslinya di tulis secara bersambung:

Dalam kakawin negara kertagama pupuh 8.1 dan 8.2 disebutkan bahwa ada gapura berpintu besi menghadap ke utara, kemudian ada gapura waktra yang menghadap ke barat, menghadap ke lapangan watangan. dari analisa ketinggian bentuk bangunan gapura di situs wringin lawang dan bajang ratu, maka paling tidak ketinggian badan gapuranya saja sudah 20 meter, dengan lebar 20 meter pula. menurut catatan ma huan tinggi dinding keraton adalah 3 zhang (10 meter). dari peta kanal bersumber pada badan koordinasi dan survey pemetaan nasional (bakosurtanal), maka satu blok lokasi di sekitar kedaton memiliki luas 35 hektar dengan lebar 500 meter. jika menggunakan tatanan sanga mandala seperti pola kerajaan/puri di bali, maka dibagi 3, yaitu sekitar 160 meter.

arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 1

Dijelaskan dalam pupuh 8.3 bahwa ada balai manguntur yang menghadap lapangan watangan. balai manguntur adalah tempat raja melakukan pertemuan resmi kenegaraan. di sisi utaranya ada paseban untuk pujangga, dan di sisi timurnya ada paseban untuk pandhita. lapangan watangan dikelilingi parit/kanal. di trowulan situs kanal ditemukan dengan lebar 20 meter dan kedalaman 4 meter. ada relief yang mengggambarkan jembatan dari gelondongan kayu.

arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 2
Dalam pupuh 8.4 disebutkan bahwa di sisi timur keraton ada perumahan pendeta Siwa, berkelompok tiga mengitari kuil Siwa. selanjutnya dalam pupuh 8.5 disebutkan bahwa di selatan balai manguntur adalah permukiman perwira, dengan mandapa yang ada ditengahnya, burung berterbangan diantara mandapa tersebut. permukiman itu dihiasi pohon tanjung berbunga lebat. di sisi selatannya adalah pintu selatan dari keraton. total luas lahan menurut pola sanga mandala adalah 500 m X 500 m, sedangkan menurut peta kanal majapahit dari bakosurtanal adalah 500 m X 700 m, masih ada sisa lahan 200 m X 500 m, lahan itu nanti akan ada di utara, sebagai tempat di luar pagar istana tapi berhubungan secara administratif dengan manajemen istana, itulah nantinya tempat para abdi dalem, kusir dan kandang kendaraan (kerbau/sapi/gajah/kuda)

arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 3
Kakawin negara kertagama dalam pupuh 8.5 dan 8.6 menyebutkan adanya permukiman perwira di selatan manguntur, terdapat mandapa di tengah2 yang dihinggapi burung2 yang berkicau. terdapat paseban panjang dan juga paseban lain di barat daya tempat prajurit berjaga hilir mudik bergantian. ada pintu kedua di selatan
bersambung

arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 4Kakawin negara kertagama dalam pupuh 9.1 sampai 9.3 menjabarkan kemegahan dan keindahan lapangan watangan. di sebelah barat berjajar paseban-paseban, panjang sampai ke mercu desa. di selatan adalah permukiman, terdapat mandapa, paseban dan balai tempat Sri Narpati Paguhan. digambarkan lapangan itu bagai luas tak terbatas. kalau melihat modul situs kanal di trowulan dari peta badan koordinasi dan survey pemetaan nasional, maka lebar lahan yang tersedia sekitar 500 meter x 700 meter. jadi kira2 lapangan watangan luasnya bisa lebih dari 300 meter x 400 meter.arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 5Kakawin negara kertagama dalam pupuh 9.4 menjabarkan lokasi rumah raja, dikelilingi taman berseri2, berada di sisi timur setelah masuk pintu kedua. dalam pupuh 12, dijelaskan aturan tatanan bahwa permukiman pemeluk Siwa ada di sisi timur, sedangkan pemeluk Budha ada di sisi selatan. terdapat kolam istana berbentuk L, menghubungkan permukiman pandhita Siwa, Tempat Suci Istana dan permukiman Pandhita Budha. kolam itu tertera dalam peta kanal dari badan koordinasi survey dan pemetaan nasional (bakosurtanal). dalam tatanan sanga mandala dan tri angga terdapat tiga jenis fasilitas bangunan menurut stratanya, yaitu nista mandala untuk halaman masuk istana (bencingah), kemudian madya mandala untuk rumah raja yang bersifat profan, dan utama mandala untuk tempat suci. orientasi arah utamanya menghadap gunung anjasmara dan gunung penanggungan. kebiasaan pemeluk Hindu meletakkan pemujaan leluhur yang berorientasi ke arah timur.arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 6Jika dipadukan data dari kakawin negara kertagama, peta kanal dari badan koordinasi survey dan pemetaan nasional (bakosurtanal), aturan arsitektur kuno vastu sastra, aturan arsitektur tradisional asta kosala-kosali dengan analisa stutterheim tahun 1940 mengenai rumah raja yang ada di situs kedaton, maka pemetaan istana MAJAPAHIT seperti di bawah iniarsitektur keraton majapahit jawakuno.com 7Jika dipadukan data dari kakawin negara kertagama dengan sebaran situs di Trowulan, maka sesuai analisa stutterheim tahun 1940 mengenai rumah raja yang ada di situs kedaton, bisa dideteksi bahwa situs umpak 18 merupakan paseban panjang untuk para pandhita ketika menghadap raja di balai manguntur. situs lantai segi enam adalah rumah mewah untuk pandhita istana yang beragama Budha. pendapa agung adalah tempat menerima tamu pertama kali di luar istana, di baratnya sesuai analisa amrit gomperts tahun 200 adalah menara pengawas yang sekarang reruntuhannya disebut dengan kubur panggung. kanal yang mengelilingi, sesuai dengan peta badan koordinasi survey dan pemetaan nasional (bakosurtanal) ukurannya adalah 700 meter X 500 meter.

arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 8

Gambar di bawah ini untuk menunjukkan besarnya skala keraton majapahit. titik-titik kecil yang tampak itu adalah ukuran manusia. satu blok mandala berukuran 160 meter X 160 meter, dan ada 9 blok. yang tampak pada gambar di bagian tengah adalah rumah raja dan balai untuk menerima tamu, di kirinya adalah pintu kedua yang menghubungkan dengan halaman balai manguntur, terlihat paseban2 panjang untuk para pandhita. di kanan dan atasnya adalah rumah2 kerabat raja.

arsitektur keraton majapahit jawakuno.com 9

 

lokasi majapahit jawa kuno

Di pendapa agung trowulan ada foto kondisi pendapa agung tahun 1970an saat ditemukan, terdapat berbagai struktur batu bata yang membentuk denah tertentu. struktur batu bata ini sekarang juga sudah tidak bisa ditemukan, rata menjadi halaman pendapa dan di atasnya didirikan bangunan baru berbentuk joglo besar

 

Info dari kangmas Siwi Sang mendapat foto dari KITLV mengenai kondisi trowulan pada tahun 1976. ditemukan bekas pagar dan pondasinya yang memanjang jauh. saat ini pagar raksasa ini sudah tidak bisa ditemukan lagi di trowulan karena dijarahi orang dan dijadikan sawah atau rumah

 

( bersambung….)

 

Diunggah dari: Akun FB Tjahja Tribinuka

Ditulis oleh: Tjahja Tribinuka

Gambar sampul: Ilustrasi Disain Istana Majapahit di Trowulan