Mengenal Tumbuhan Kuno

Pohon Janti

(Sebagai Toponimi Dusun Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun)

Esai Singkat Alam, Budaya dan Sejarah
Dusun Janti adalah sebuah dusun atau dukuh kecil yang termasuk kedalam wilayah administratif Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun. Sejak keluarnya surat Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1987 di Kotamadia Malang tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, juga menyebabkan hilangnya status dusun atau dukuh menjadi nama jalan, hal ini membuat memudarnya toponimi dan kesejarah lokal di suatu wilayah atau desa. Kini nama Dusun Janti telah berubah menjadi nama jalan, antara lain Jl. Janti Barat; Jl. Simpang Candi Barat; Jl. Janti Timur; dan Jl. Janti Selatan. Berdasarkan yang terlihat pada peta “Java Town Plan Gemeente (Kotapraja) Malang” tahun 1923 letak Dusun Janti berada di selatan Desa Sukun dan Dusun Pandean dan di sebelah timur Desa Gadang serta wilayahnya di lewati oleh Sungai atau Kali Sukun.

Sebagai dusun kuno ternyata Janti memiliki beberapa tinggalan arkeologis, tinggalan tersebut berupa sebuah arca Ganesha dan sebuah lumpang kenteng (Cahyono, 2013:188). Yang menggelitik pikiran adalah nama dari “Janti” itu sendiri, nama obyek apakah gerangan tersebut? Menurut kamus “Bausastra Jawa Indonesia jilid I”, Janti adalah nama dari tumbuh-tumbuhan (Prawiroatmodjo, 1988:178). Namun pada keterangan kamus itu tidak dijelaskan secara rinci tumbuhan apa yang dimaksud. Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan perbandingan dengan desa atau dusun di wilayah lain yang juga bernama “Janti” di Malang sebenarnya pernah ada juga nama Dusun Janti yang lain yiatu di wilayah Kelurahan atau Desa Tulusrejo dekat Dusun Bantaran dan Dusun Karang Tengah (kini telah menjadi Jl. Kalpataru). Namun sayangnya dusun Ini telah hilang dan menjadi area di wilayah Jl. Cengger Ayam.

Karena nama dusun tersebut sudah hilang dan menjadi nama jalan lain, serta di wilayah tersebut banyak dihuni penduduk pendatang maka dari itu dibutuhkan perbandingan lain di wilayah luar Malang yang masih menggunakan nama tersebut. Sebagai pembanding di wilayah Kabupaten Ponorogo terdapat Desa yang bernama “Janti” juga tepatnya di wilayah Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Menurut cerita penduduk setempat awal mula nama “Janti” diberikan oleh sesepuh desa yang bernama “Mbah Bayat” dan “Mbah Kholifah (Klipo)” melalui nasehatnya yaitu “AJA NGANTI” (jangan sampai). Aja nganti tukar padu (jangan berselisihan) aja nganti tukaran (jangan sampai berkelahi) , aja nganti nyolong (jangan sampai mencuri), aja nganti goroh (jangan sampai menipu), dan sebagainya dengan harapan agar bisa hidup dengan damai, aman, tentram, lahir batin.Karena JAN NGATI-ATI (sangat berhati-hati) dan dari kata A-’JA’ NGA-‘NTI’ terlahirlah sebuah nama desa “JANTI” (Anonim, 2016 diakses 10/10/2016:19:48 WIB).

Benarkah demikian? Kiranya itu adalah sebuah permain kata-kata bijak untuk dijadikan petuah agar penduduk suatu desa atau dusun bisa bersikap dan berbudi luhur. Nama sebuah desa ppada umumnya simple dan tidak ribet serta di dasaran dari suatu keunikan yang menonjol pada wilayah desa tersebut. Misalnya Desa atau Kelurahan “Blimbing”, karena dahulu disitu banyak tumbuh tanaman Blimbing, kemudian Desa ata Kelurahan “Sukun”, karena dahulu disitu banyak tumbuh pohon Sukun, dsb. Penamaan suatu tempat berdasarkan nama tumbuhan atau bentang alam adalah hal lazim di masyarakat Jawa atau Austronesia pada zaman dahulu. Tentu saja “Janti” jelas adalah suatu nama tanaman seperti pendapat Prawiroatmodjo (1988:178). Sebagai pembanding dapat dilihat juga dari toponimi-toponimi desa dan dusun disekitar Janti itu sendiri yang banyak menggunakan nama tumbuhan misalnya Sukun (Pohon Sukun); Gadang (Sejenis Pohon Pisang); Kepuh (Sejenis Pohon Randu Liar); dan Mergosono (Sono adalah pembacaan Jawa baru untuk Pohon Sana), jadi jelaslah bahwa Janti itu nama tanaman seperti dukuh dan desa-desa disekitar wilayahnya.

Tapi tanaman apakah Janti tersebut yang dahulu banyak tumbuh di wilayah itu? Rupa-rupanya kita mendapat petunjuk untuk memecahkan masalah ini. Terdapat sebuah desa yang bernama Desa Janti juga, di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Menurut sesepuh desa tersebut dahulu kala Desa Janti merupakan daerah belum berpenghuni yang lingkungannya banyak ditumbuhi pepohonan yang lebat dan besar serta memiliki jenis tanaman yang paling dominan tumbuh subur pada saat itu adalah “Pohon Jenti” yaitu sejenis “Pohon Turi” yang biasa tumbuh di area persawahan. Kata “Jenti” kemudian diambil menjadi nama desa, yang dalam pengucapan lidah orang Jawa beralih menjadi “Janti” yang mana pelafalan masyarakat setempat menyebutkan “Njanti”. Janti sendiripun diberi pemaknaan dalam tembung Kawi menurut pendududuk setempat, yaitu “Sak Sumejane Sing Ati-Ati” yang bermakna “jika memiliki suatu tujuan atau pengharapan harus senantiasa berhati-hati agar tercapainya tujuan tersebut tanpa suatu celaka apapun” (Sasmita, 2016:05-06).

Dengan begini kita mendapat secercah petunjuk bahya “Pohon Janti” adalah salah satu jenis dari “Pohon Turi”. Kemudian muncul pertanyaan pohon turi yang bagaimana, apa spesifikasi dan bentuknya dan apa nama Latinnya? Deny Eko Yuwono (2012 diakses 10/10/2016:19:48 WIB) dalam artikel onlinenya yang membahas masalah tumbuhan obat berhasil memecahkan masalah ini. Pohon “Janti” ternyata memiliki beberapa nama lain, di Sunda nama pohon ini disebut dengan “JAYANTI”, sedangkan di beberapa tempat di Jawa disebut juga dengan “GIYANTI” dan “KELOR WANA”, dan nama Latinnya sendiri adalah “Sesbania sesban Merr.”. Pohon ini banyak ditemukan di Jawa dan biasa di tanam di pekarangan, galengan sawah atau di perkebunan sebagai tanaman naungan, penahan angin atau pupuk hijau. Tanaman ini dapat ti.unbuh pada tanah yang j elek dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai sekitar 800 meter dpl. Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-6 meter, banyak bercabang, tumbuhnya cepat. Daun berupa daun majemuk menyirip, dengan 7-25 pasang anak daun. Anak daun berbentuk garis sampai memanjang, bertangkai pendek, ujung bulat, tepi rata. Bunga dalam tandan, warnanya kuning. Buahnya buah polong, tumbuh menggantung, berbentuk garis. Daunnya dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan untuk pupuk hijau dan digunakan sebagai makanan ternak. Perbanyakan dilakukan dengan biji.

Sedangkan Khasiat Pohon ini Untuk Kesehatan :

Daun : Demam, Cacingan, TB Paru, Radang Selaput Lendir Mata, Infeksi Ginjal;

Kulit : Sukar Berkeringat, Kencing Kurang Lancar, Kencing Nanah;

Biji : Kepala Pusing, Batuk, Keguguran, Datang Haid Tidak Teratur;

Akar : Kencing Nanah, Sifilis;

Minyak : Borok, Koreng, Kudis, Trachoma.

Sebagai penutup artikel ini, kini kita telah tahu bahwa Pohon Janti yang memiliki nama Latin “Sesbania sesban Merr.” Kini mulai agak jarang ditemui dan juga termasuk asing di telinga kebanyakan orang. Maka alangkah baiknya jika diadakan penghijauan sesuai dengan kearifan lokal, sesuai dengan budaya dan sejarah serta toponimi desa-desa yang mengandung nama tumbuhan tersebut. Hal ini dilakukan agar menjaga kelestarian flora sesuai dengan toponimi desa atau dusun agar generasi penerus masih bisa mengerti makna dari nama desa atau dusun mereka. Maka kelestarian alam akan terjaga yang juga selaras dengan sejarah dan budaya. Mari kita galakkan penghijauan dan pembibitan untuk menjaga alam dan nama toponimi desa atau dusun kuno sesuai dengan tradisi ke-austroneisa-an kita. Semoga hal dan program ini terlaksana secepatnya …
DAFTAR BACAAN

Anonim. (2016). Profil Desa Janti, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. (Online). Diakses dari www.sindopos.com 10/10/2016:19:48 WIB.

Cahyono, M. D. (2013). Wanwacarita Kesejarahan Desa-Desa Kuno di Kota Malang. Malang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pemerintah Kota Malang.

Java Town Plan Malang, Hind 1072 Malang 2nd Edition (1946). Leiden: University Libraries, Colonial Collection (KIT).

Prawiroatmojo, S. (1988). Bausastra Jawa Indonesia Jilid I. Jakarta: CV Haji Masagung.

Sasmita, G.G. (2016). Artikel Skripsi: Sejarah Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Kediri: Universitas Nusantara PGRI.

Yuwono, D. E. (2012). Tanaman Obat: Jayanti. (Online). Diakses dariwww.rumputobat.blogspot.co.id 10/10/2016:19:48 WIB.

 

Diunggah dari: Grup FB Jelajah Jejak Malang (JJM)

Ditulis oleh: Devan

Judul Asli: Mengenal Tumbuhan Kuno Pohon Janti

Gambar Sampul: Pohon Janti