Telaah antara negara Kertagama dan Pararaton
Banyak ahli sejarah yang meragukan keabsahan kakawin pararaton, bahkan ada yang menganalisa kalau Kakawin Pararaton itu buatan belanda sehingga kisah perang Bubat pun dianggap sebagai perang fiktif yang dihembuskan belanda agar Jawa dan Sunda bermusuhan.
Memang Kakawin Pararaton itu terjabarkan sebagai sebuah novel, menceritakan masa dari era awal Singhasari sampai akhir Majapahit hingga ratusan tahun. Berbeda dengan Kakawin Negarakertagama yang merupakan penulisan kisah di suatu lokasi pada masa Hayam Wuruk masih hidup.
Kita boleh mempertimbangkan bahwa kisah dalam Pararaton mungkin tidak benar, akan tetapi lebih bijak kalau kita tetap menggunakannya sebagai data sekunder atau tersier. Data primernya tetap berupa prasasti.

Dalam kakawin Negarakertagama dituliskan ketika raja Hayam Wuruk bertanya mengenai leluhurnya kepada seorang pandhita, maka dijelaskan dari asal kerajaan Singhasari yang dimulai dari raja bernama Rangga rajasa, sedangkan dalam Pararaton disebut bernama Ken Arok dengan gelar Sri Rajasa Amurwabhumi. Dua nama yang hampir mirip, yang kemudian melahirkan wangsa Rajasa sebagai trah dari kerajaan Majapahit dan Singhasari.
Dalam kakawin Negarakertagama disebutkan bahwa anak turun Rangga Rajasa adalah Anusapati, berputra Wisnuwardhana dan dilanjutkan Kertanegara.

Berbeda dengan Pararaton, selain ketiga tokoh di atas juga ada tokoh bernama Tohjaya. Di sini kita bisa menilai apakah tokoh bernama Tohjaya ini benar2 ada atau fiktif.
Ternyata tokoh Tohjaya yang tidak disebutkan dalam kakawin Negarakertagama dan disebutkan dalam kakawin Pararaton ini tertera di prasasti Mula malurung, dengan demikian kakawin Pararaton secara penokohan riil masih ada benarnya.

Demikianlah selayaknya memperlakukan sumber sejarah, jangan terburu2 disingkirkan, dipilah saja mana yang riil dan mana yang tidak.

Sejarah tetaplah merupakan sebuah interpretasi dari para ahli, kejadian sebenarnya berupa analisa yang kebenarannya hanya bisa dinilai dari kebenaran metoda yang digunakan untuk menelaah. Telaah mengenai perang Bubat itu benar2 terjadi atau tidak bisa dua jawaban. Jika alasannya penokohan yang riil, maka Pararaton pun memiliki kelebihan. Akan tetapi kisah yang dipaparkan seperti novel juga menjadi pertimbangan bahwa Pararaton adalah karangan orang, memang kadang merujuk pada naskah sejarah asli, tetapi lebih banyak ditambah2i dengan bumbu cerita.

perbedaan antara pararaton dengan negarakertagaman

 

Membandingkan sejarah Singhasari dari kakawin Negarakertagama dan Pararaton
Dalam kakawin Negarakertagama dijabarkan ketika mpu Prapanca sang penulis mengikuti raja Hayam Wuruk yang ingin tahu leluhurnya bertanya kepada pandhita, maka pandhita itu menjelaskan dari berdirinya kerajaan Singhasari oleh Rangga Rajasa tahun 1104 saka, ketika meninggal digantikan puteranya bernama Anusapati tahun 1149 saka, lalu Anusapati digantikan Wisnuwardhana tahun 1170 saka, dan Wisnuwardhana digantikan Kertanegara tahun 1176 saka, kemudian Kertanegara dibunuh Jayakatwang dari Kadiri tahun 1214 saka. Jayakatwang dibunuh oleh menantu Kertanegara bernama Dyah Wijaya tahun 1216, dan Dyah wijaya mendirikan Majapahit.
Dalam Pararaton kisahnya dimulai dari seseorang yang bernama Ken Arok yang memesan keris mpu Gandring dan membunuh akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung dan melalui cara tertentu menjadi raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabhumi.

Ken Arok kemudian menjadi raja yang lebih besar dengan mengalahkan raja Daha pada tahun 1144 saka. Disebutkan bahwa anak Tunggul Ametung bernama Anusapati tahu kalau ayahnya dibunuh Ken Arok, Anusapati kemudian membunuh Ken Arok dan menjadi raja pada tahun 1170 saka.

Anak Ken Arok bernama Tohjaya kemudian tahu kalau ayahnya dibunuh Anusapati, maka Tohjaya membunuh Anusapati dan menjadi raja pada tahun 1171 saka. Anak Anusapati bernama Ranggawuni tahu Tohjaya membunuh ayahnya, maka ia membunuh Tohjaya dan menjadi raja pada tahun 1172 saka dengan gelar Wisnuwardhana.

Ranggawuni/Wisnuwardhana punya anak laki-laki bernama Kertanegara yang menggantikannya setelah meninggal tahun 1194 saka. Kertanegara dibunuh raja Daha bernama Jaya katong tahun 1198 saka. Menantu Kertanegara bernama Raden Wijaya diijinkan oleh Jaya katong untuk mengabdi padanya dengan mendirikan kerajaan Majapahit tahun 1216 saka, tetapi kemudian dengan memanfaatklan pasukan tar tar menyerang Jaya katong hingga terbunuh. Setelah itu Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan tar tar yang ingin menguasainya.

 

Diunggah dari: FB

Ditulis oleh: Tjahja Tribinuka